Cara Bikin Pupuk Organik dari Kulit Kopi

Sebuah pupuk organik yang terbuat dari kulit kopi dibuat dan diolah sendiri oleh petani biji kopi setempat yang berada di Sumbergondo, Bumiaji, Kota Batu, Rabu (31/5/2023). Pupuk yang Terbuat dari Limbah Kulit Kopi ini berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Metode ini membantu mengurangi limbah dan mendorong praktik pertanian yang berkelanjutan. AGROTOPIA/Satria Davin Varian

Agrotopia.id-Nawak, ternyata kopi itu tidak memiliki limbah loh. Pada saat panen raya, kulit kopi sering terbuang begitu saja di pinggir jalan sehingga menyebabkan bau busuk yang menyengat. Oleh karena itu, petani sekarang berusaha untuk memanfaatkan limbah kulit kopi untuk menjadi sesuatu yang bermanfaat. 

Berdasarkan hasil penelitian para ahli, limbah kulit kopi bermanfaat pada bidang pertanian, perikanan dan peternakan. Petani dapat mengolah semua komponen kopi menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis dan manfaat yang tinggi. Limbah kulit kopi yang selama ini dianggap sebagai bahan sisa produksi kopi bubuk, ternyata  memiliki manfaat dan kegunaan yang banyak dalam kehidupan. Kulit kopi adalah salah satu bagian dari limbah pertanian yang saat ini mulai pengoptimalan pemanfaatannya untuk menekan laju pemupukan limbah pertanian. Kopi ini termasuk tanaman yang menghasilkan limbah hasil sampingan pengolahan yang cukup besar yakni berkisar antara 50-60 persen dari hasil kulit kopi. 

Kalian pernah berfikir tidak jika kulit kopi bisa menjadi pupuk? Berdasarkan data Pusat Penelitian Kopi Kakao (BPKK), kadar C-organik kulit buah kopi adalah 45,3 persen, kadar nitrogen 2,98 persen, fosfor 0,18 persen dan kalium 2,26 persen. Oleh karena itu, salah satu pemanfaatan limbah kulit kopi dapat menjadi bahan utama pupuk organik cair (POC). Gimana, menarik bukan? Yuk kita ikuti step by step pembuatan pupuk cair. 

Langkah Pembuatan dan Pengaplikasian Pupuk 

Alat dan Bahan :

  1. Timba 
  2. Jerigen kapasitas 200 liter 
  3. Alat pengaduk 
  4. Gelas ukur 
  5. Saringan 
  6. 4 kg kulit kopi 
  7. 16 liter air 
  8. EM4
  9. Air kelapa 

Cara membuatnya : 

  1. Pertama, siapkan alat dan bahan, setelah itu masukkan semua bahan ke dalam jerigen kapasitas 200 liter.
  2. Setelah itu, aduk hingga merata dan tutup rapat jerigen untuk kita fermentasi. 
  3. Letakkan jerigen pada tempat yang kering dan tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Proses fermentasi ini membutuhkan waktu selama empat sampai lima hari.
  4. Jika sudah selesai, pupuk cair organik siap untuk digunakan.

Cara Pengaplikasian Pupuk Cair Organik: 

  1. Setelah kulit kopi terfermentasi, saring atau pisahkan kulit kopi dengan airnya. 
  2. Kulit kopi yang sudah tersaring, bisa dicampur dengan kotoran hewan dan menjadi pupuk kandang.
  3. Setelah itu, wadahi air saringan ke dalam botol-botol. 
  4. Dosis penyemprotan 10 ml POC + 2-3 liter air. 
  5. Dosis jika dikocorkan 10 ml POC + 1-2 liter air. 

Pupuk organik dari limbah kulit kopi adalah salah satu cara pengolahan limbah yang mengandung bahan organik biodegradabel (dapat diuraikan mikroorganisme) yang dilakukan secara aerobik (memerlukan oksigen). Oleh karena itu, memiliki manfaat baik untuk tanaman dan dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah kulit kopi, serta menambah nilai jual dari kulit kopi itu sendiri. 

Manfaat Pupuk Organik Kulit Kopi untuk Tanaman 

Manfaat pupuk organik dari kulit kopi salah satunya sebagai perangsang pertumbuhan generatif pada tanaman. Sehingga, kami tidak menyarankan untuk menerapkan POC kulit kopi saat tanaman masih berada pada fase vegetatif. Pengaplikasian POC pada tanaman saat vegetatif dapat menyebabkan tanaman tersebut mati atau kerdil. Selain itu, pupuk dari kulit kopi dapat membantu untuk menyuburkan tanah. Limbah padat pada kulit kopi memiliki kadar bahan organik dan unsur hara yang dapat memperbaiki struktur tanah. Pemanfaatan kulit kopi untuk pupuk organik dapat menjadi sumber organik dalam penentu pertumbuhan dan perkembangan bagi tanaman. Tidak hanya itu, ketersediaan bahan yang mudah dan biaya yang rendah memungkinkan para petani untuk membuat pupuk organik sendiri di rumah.

Pada dasarnya, tanaman kopi tidak memiliki limbah sama sekali. Para petani dapat mengolah semua bagian tanaman kopi menjadi makanan, minuman, serta pupuk cair dan kompos. Hal ini sangat menguntungkan petani kopi, karena bisa mendapat hasil yang maksimal. Petani akan melakukan pemisahan setiap limbah sesuai dengan fungsinya agar tidak ada yang terbuang. “Petani kopi sebetulnya sangat untung, karena limbah tanaman kopi dapat kita olah dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi,” ujar Hari selaku petani kopi. 

Share jika anda menyukai:
Devitra Az Zahra
Devitra Az Zahra
Articles: 21

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *